Tiga Pagi

Hembusan angin semakin membuat dingin
Ditemani malam tak berbintang
Bersama secarik kertas berisi resolusi yang tak kunjung usai
Mimpi mimpi mulai lebam akibat berbenturan dengan realita

Meringkuk di samping jendela
Membenamkan kepala pada tekuk lutut yang tak tau apa apa
Melayang jauh ke entah berantah
Mencari cari alasan untuk bertahan dengan mimpi di dunia fana ini

Ting nong ting nong
Waktu menunjukan pukul tiga pagi
Dipaksa berdiri dari sehabis memeluk luka lama di dalam isak tangis
Melangkah untuk mensucikan diri
Di hamparkan sejadah pada sudut ruang
Memulai bercerita tentang mimpi, asa, derita, lara dan nestapa lewat panjatan doa doa yang selalu dihembuskan setiap sujud

Perlahan linang air mata menghujan bersama kesadaran dan ketenangan yang telah di dapatkan

Sejuk sudah hati ketika bercerita pada Sang Ilahi

Besok pagi dia sudah siap mennyambut arunika bersama secercah cahaya untuk membangun mimpi mimpinya

Mimpinya bukan mimpi semu tapi waktu belum setuju untuk membuat itu menjadi sesuatu yang benar benar nyata untuk hidupnya

Jadi jangan henti, mimpimu akan terwujud pada waktu yang tepat

12/12
-renjaana

Komentar

Postingan Populer