Merapal mantra

Aku merapal mantra pada yang tersisa, angan, mimpi, dan asa yang sudah terpaut jauh dari tenggng waktu yang ada

Aku berjalan di pinggir ibukota
Persis disebelah roda empat dengan stiker kuning tertempel pada kaca

Sayup terdengar suara Adhitia membisikan forget jakarta

Ku ingat lagi sayup suara yang sempat bertitah perihal asa dan fakta

'Maaf, nanti gue bantu tahun depan'
'Lo masuk akuntansi ya'
'Ntah kenapa gue nyaman telfonan sama lo'
'Pemikiran lo tuh bagus'
'Te semakin lo dewasa lo harus semakin bertanggung jawab terutama sama mimpi2 lo'
'Kuliah itu jangka panjang, lo harus tau tujuan lo kuliah buat apa'

Senyap, tidak ada lagi suara yang tersisa

Hilang meninggalkan luka yang menganga

Janji untuk menemani dan selalu ada dalam berjuang bersama hanya bualan belaka

Hening yg tersisa dari sepasang kisah yang belum  seharusnya usai dipaksa selesai

Tatap muka yang belum sempat terwujud dalam semesta ini

Sudahlah, mungkin dia lupa bahwa ada yang menanti dari arti setiap kata

Menuntut esay panjang
Bukan sekedar bualan yang lalu terlupa

Kalau sekiranya tak bisa menjaga kata

Lebih baik kau tak usah janjikan apa apa

Atau mungkin aku yang lebih perasa dan berharap banyak pada yang tak seharusnya

-hnf27/08/19

Komentar

Postingan Populer