Musafir
Arunika perlahan muncul disambut asa yang telah siap meniti semesta
Di tengah hiruk pikuk jalan pada Mentari Pagi ada yang bergegas menuju selatan Jakarta
Selepas hujan yang berkepanjangan di awal tahun membuat genangan luapan yang tak karuan memaksa keluar
Diterjang genangan itu demi menuju tempat sesuap nasi diberi.
Terik menyengat kulitnya menggosongkan jari-jari tangannya yang pucat Pasi
Ketika itu ia bergegas bukan ke selatan tetapi ke barat Jakarta
Selepasnya bergegas lagi menuju Jalan Dadap Perancis diiringi dengan beberapa mobil kontainer yang bertuliskan Evergreen
New Zealand Shipping
China Shipping
Sambil membasuh peluh yang mengepul di pelipis mata Brjalan juga sembari ditemani penunjuk arah dan untaian lagu Indonesia, Barat ,dan Korea
Petang menerjang
Sehabis mengacak 3 Kota ia bergegas sembari melihat swastamita mengudara
Dilihatnya dekat Stasiun Poris
Laki-laki tua mendorong gerobak dagangannya yang tak kunjung habis
Perlahan pikiran di hujan pertanyaannya
Muncul Simpati dan Iba
Tetapi mau gimana sebab sama-sama pejuang yang sedang bekerja
Melalui saja hingga di rumah
tersadar bahwa aku adalah seorang musafir yang acapkali mengacak-ngacak denah kota dan mencatat rekam jejak pada linimasa
15 November 2020

Komentar
Posting Komentar